MOTILANGO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Motilango mengambil langkah konkret dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan lokal dengan melakukan penebaran ribuan bibit ikan bawal, Rabu (13/5). Program ini dicanangkan sebagai pilar utama dalam menciptakan kemandirian protein hewani bagi masyarakat desa.
Direktur BUMDes Motilango, Muhajir Zakaria, menegaskan bahwa fokus utama dari unit usaha perikanan ini bukan sekadar mengejar keuntungan finansial, melainkan memastikan warga desa memiliki akses yang mudah dan murah terhadap pangan bergizi.
"Krisis pangan bisa terjadi kapan saja, dan desa harus punya cadangan mandiri. Penebaran bibit bawal ini adalah ikhtiar kami agar ke depan warga desa Motilango tidak lagi bergantung pada pasokan ikan dari luar daerah. Kita harus berdaulat di atas lahan kita sendiri," ujar Muhajir di sela-sela kegiatan penebaran.
Strategi Produksi Lokal
Muhajir menjelaskan, pemilihan ikan bawal merupakan strategi untuk mempercepat siklus panen. Dengan masa tumbuh yang relatif singkat, ketersediaan stok pangan di desa dapat terjaga secara berkesinambungan.
BUMDes juga berkomitmen menjaga harga jual di tingkat warga agar tetap berada di bawah harga pasar. "Tujuannya jelas, gizi masyarakat terpenuhi, angka protein meningkat, dan daya beli warga terjaga," tambahnya.
Integrasi Penanganan Stunting
Selain ketersediaan fisik pangan, program ini juga diintegrasikan dengan upaya penurunan angka stunting di Desa Motilango. Sebagian dari hasil panen nantinya akan dialokasikan secara khusus untuk mendukung kebutuhan nutrisi ibu hamil dan balita dari keluarga prasejahtera.
"Ketahanan pangan adalah kunci kesehatan masyarakat. Dengan ikan yang segar dan berkualitas dari kolam sendiri, kita sedang membangun generasi desa yang lebih sehat dan cerdas," tegas Muhajir Zakaria.
Pemerintah Desa Motilango mendukung penuh langkah ini melalui penyediaan fasilitas kolam dan pengawasan lingkungan. Melalui sinergi ini, BUMDes Motilango optimis dapat menjadikan sektor perikanan sebagai benteng pertahanan pangan desa yang tangguh di masa depan.
Penulis: Redaksi Bumdes
